Laman

Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Desember 2016

DIBALIK KEBERHASILAN MEDIA MASSA DALAM MEMBANTU PEMERINTAH MEMBUJUK MASYARAKAT AGAR TIDAK GOLPUT

1 MEDIA MASSA
           
Dewasa ini, kita tidak lagi dapat menyamakan “komunikasi massa” atau “media massa” dengan” jurnalisme” dalam menyebut media selain koran atau majalah. Tentu saja setiap komunikasi membutuhkan medium atau saran pengirim pesan seperti kolom di koran atau gelombang siaran. Namun komunikasi massa merujuk ke keseluruhan institusinya yang merupakan pembawa pesan – koran, majalah, stasiun pemancar – yang mampu menyampaikan pesan-pesan ke jutaan orang nyaris serentak.
Sebagai pranata sosial, keberadaannya tidak hanya membuahkan manfaat namun juga masalah: kontrol, pembatasan pemerintah, sarana penunjang ekonomi, dan seterusnya. Oleh sebab itu, komunikasi masssa dapat diartikan dalam dua cara, yakni:

Pertama, Komunikasi Oleh Media, dan
                            Kedua, Komunikasi Untuk Setiap Orang

            
            Namun, tidak berarti komunikasi massa adalah komunikasi untuk setiap orang. Media tetap cenderung memilih khalayak, dan demikian pula sebaliknya khalayak pun memilih-milih media.

Golput itu Ngga Keren Sama Sekali.

Hai.. hai,., Sudah lama tidak mampir dan menulis sesuatu di blog ini. Sebentar lagi Tahun yang baru akan datang, dan  tidak lama lagi kita akan menyambut datangnya Pemilu atau dalam hal ini lebih kepada Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada. Pilkada kali ini akan menjadi periode kedua diadakannya Pilkada Serentak 2017 yang mana akan ada 101 daerah di Indonesia yang akan mengadakan Pilkada Serentak ini. Untuk itu kita sebagai generasi muda tentunya bisa melakukan sesuatu untuk negeri mu, untuk daerah mu dengan mengikuti pemilihan tersebut dengan menyumbangkan suaramu yang sedikit banyaknya tentu akna berdampak pada daerah mu nantinya. Karena golput itu ngga keren sama sekali. 

Sedikit ingin berbagi disini, berkaitan dengan golput aku ingin share sedikit mengenai tugas kuliah sewaktu di semester 3 (oke sekarang udah semester berapa? jangan ditanya ya) mengenai apasih alasan kaum Muda itu golput?

Apasih Golput itu?

Golput (golongan putih) adalah kelompok-kelompok yang tidak menggunakan hak pilihnya untuk berpartisipasi dalam menyukseskan pemilu. Banyak orang yang berpendapat tentang golput, ada yang biasa saja, ada yang menganggap golput adalah tindak pidana, dan ada juga yang menganggap golput itu sebagai model politik yang perlu dijaga dan dipelihara keberadaannya. Karena itu, ancaman untuk mempidanakan warga Negara yang sudah memiliki hak pilih, tapi tidak menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014 ditentang dan masih menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat kita. 
Pada intiya golput disebabkan 2 (dua) hal yakni Golput by Accident dan golput karena tidak memiliki interest dalam Pemilu/Pemilukada (ideologi). Golput karena tidak adanya minat terhadap Pemilu/Pemilukada dapat dikurangi dengan cara memperkuat basis isu. Pada pemilu rezim Orde Lama ketertarikan publik terhadap ideologi sebagai preferensi untuk memilih sangat besar hingga 91,41%. Pada Pemilu/Pemilukada rezim Orde Reformasi seharusnya ada penguatan isu/minat publik yang diharapkan dapat mendorong kehadiran masyarakat di TPS.

Senin, 21 Maret 2016

Filsafat Komunikasi

1.      Pengertian filsafat
Kata filsafat berasal dari kata ‘philosophie’ (bahasa Yunani), diartikan dengan ‘mencintai kebijaksanaan’. Sedangkan dalam bahasa Inggris kata filsafat disebut dengan istilah ‘philosophy’, dan dalam bahasa Arab disebut dengan istilah ‘falsafah’, yang bisanya diterjemahkan dengan ‘cinta kearifan
Istilah philosophia memiliki akar kata philien yang berarti mencintai dan sophos yang berarti bijaksana. Jadi, istilah philosophia berarti mencintai akan hal-hal yang bersifat bijaksana. Berdasarkan uraian diatas dapat dipahami bahwa  fisafat berarti cinta kebijaksaan. Sedangkan orang yang berusaha mencari kebijaksanaan atau pencinta pengetahuan disebut dengan filsuf atau filosof.
Mengingat luasnya ruang lingkup pembahasan ilmu filsafat, maka kita tidak heran kalau ahli-ahli filsafat memberikan defenisi yang berbeda-beda.Di dalam Systematik Filsafat, Hasbullah Bakry menyebutkan sebagai berikut:”kita catat beberapa defenisi ilmu filsafat dari filosuf-filosuf terkenal barat dan timur”
a.       Plato (427 S.M-348 S.M). “fi;safat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli.
b.      Aristoteles (382 S.M-322 S.M) “filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika”
c.       Al Farabi (870 M-950 M). Filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam maujud bagaimana hakikatnya yang sebenarnya.
d.      Descartes (1590 M- 1650 M). Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.
e.       I.r. poedjaeijatna menyatakan; “ Filsafat ialah ilmu yang mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada”
f.        W.M.Bakker SY. Menyatakan :”Filsafat adalah refleksi rasionil (fikr, nazar, ma’rifat, ra’y) atas keseluruhan keadaan untuk mencapai hakekat dan memperoleh hikmahnya.
g.      Hasbullah Bakry menyatakan: “Ilmu Filsafat ialah ilmu yang menyelidiki, segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakekatnya sejauh yang dapat dicapai manusia dan bagaimana sikap manusia seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
Dari sekian banyak defenisi yang dikemukakan diatas pada perinsipnya tidaklah bertentangan satu dengan yan glainnya, bahkan dapat dikatakan sama, hanya saja terdapat perbedaan dalam cara penekanannya/mengesankannya. Pembahasan meliputi: manusia, Tuhan dan alam, dan bagaimana hakikat yang sebenarnya dari manusia, tuhan dan alam tersebut.
Dari defenisi itu dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa:
a.       Defenisi itu pada umumnya mengandung pengertian yang subyektif, yaitu apa yang kita artikan sendiri lepas dari pengertian orang lain, jadi masing-masing orang bisa mempunyai pengertian sendiri tentang filsafat
b.      Pengertian yang operasional, yaitu pengertian-pengertian tentang perbuatan-perbuatan yang dijalankan  dengan filsafat. Sebab kalau kita berfilsafat mungkin ada masalah-masalah yang menarikseseorang tetapi tidak menarik seseorang tetapi tidak menarik (intres) pada orang lain. Masalah ini menyebabkan keragu-raguan, dan keraguan ini harus dijawab dengan studi yang khusus, studi ini disebut filsafat.
c.       Pengertian yang objektif yaitu pengertian yang berlaku dan diterima oleh umum dimana saja saja.
Secara praktis, filsafat dapat diartikan dalam beberapa bentuk berikut:
a.       Filsafat berarti ilmu yang menyelidiki fakta-fakta prinsip-prisip dari kenyataan (reality) dan dari tabiat dan tingkah laku manusia
b.      Filsafat dewasa, ini diartikan ilmu yan gmeliputi Logika, Etika, Estetika, Metafisika dan ilmu pengetahuan (Epistemologic)
c.       Filsafat kadang-kadang diartikan pula suatu sikap terhadap aktivitas seseorang.
Lebuh jauh Hasbullah Bakry memberikan arti praktis dari filsafat menyatakan sebagi berikut:
Dilihat dari segi pengertian praktis maka filsafat alam berpikir atau alam fikiran. Berfilsafat berarti berfikir. Meskipun begitu tidak semua berpikir berarti filsafat. Berfilsafat ialah berpikir secara mendalam dan dengan sungguh-sungguh
Dalam hal pengertian praktis filsafat ialah: “berpikir menurut tata tertib (logika) dangan batas (tidak terikat pada tradisi, dogma, serta agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai kedasar-dasar persoalan. Dengan demikian cara-cara berpikir yang dapat dimaksudkan dalam katagori berfilsafat jauh lebih luas dari apa yang kadang-kadang umum pakai dalam kehidupan sehari-hari .
Lebih jauh Prof. M. Nasroen S.H. menyatakan “Filsafat itu adalah sebuah dari corak usaha manusia, dalam dia menghadapi, memecahkan dan menundukan masalah yang mengenai ada dalam hidupnya, yaitu yang akan memberikan kepuasan bagi dirinya. Filsafat itu adalah ciptaan dari manusia itu, sebagi satu kesatuan tetap dalam filsafat ini, maka tenaga fikiran yang ada pada manusia itulah yang mengambil inisiatif  dan mempunyai peranan utama . tetapi dalam hal ini bukanlah semata-mata fikir itu saja yang bertindak, sebab yang bertindak itu tetap manusia sebagai satu kesatuan, yang berfalsafah itu adalah manusia bukanlah fikiran. Dan selanjutnya dengan filsafat itu, manusia akan berusaha mencapai tujuan yang telah ditentukannya. Maka dengan demikian falsafah itu harus dapat dilakukan . kalau tidak, tentulah falsafah itu adalah khayalan, mainan fikiran saja dan akan tidak mungkin membuahkan hasil yang nyata bagi manusia itu.”
Jelaslah sudah bahwa falsafah itu tidak hanya  sebagai semboyan saja tanpa penyelidikan/pembahasan yang sungguh-sungguhnya, filsafat menggunakan rasio sebagi alat untuk tujuan kebahagiaan manusia dan bukanlah manusia yang diperalat oleh rasio.


Rabu, 16 Maret 2016

Hambatan-hambatan dalam Komunikasi Lintas Budaya/Antar Budaya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Setiap komunikasi yang dilakukan oleh siapapun memiliki tujuan. Paling tidak komunikasi yang dilakukan mengarah kepada komunikasi efektif melalui pemaknaan yang sama atas pesan yang dipertukarkan di antara peserta komunikasi. Pemaknaan pesan akan semakin sulit pada wilayah komunikasi antar budaya, karena disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
            Pertama, perbedaan budaya diantara para peserta komunikasi antar budaya jelas hambatan yang terbesar. Sebab dengan berbeda budaya tersebut akan menentukan cara berkomunikasi yang berbeda serta simbol ( bahasa ) yang mungkin berbeda pula.
            Kedua, dalam komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang berbeda budaya akan muncul sikap etnosentrime, yaitu memandang segala sesuatu dalam kelompok sendiri sebagai pusat segala sesuatu, dan hal – hal lainnya diukur dan dinilai berdasarkan rujukan kelompoknya.
            Ketiga, kelanjutan dari sikap etnosentris ini akan memunculkan sikap stereotip, yaitu sikap generalisasi atas kelompok orang, objek, atau peristiwa secara luas dianut suatu budaya. Memang stereotip tidak selamanya buruk. Ada setitik kebenaran dalam stereotip, Dalam arti bahwa sebagian stereotip cukup akurat sebagai informasi terbatas untuk menilai sekelompok orang yang hampir tidak kita kenal.
Berbagai hambatan sering kali mengikuti proses komunikasi. Hambatan komunikasi akan menyebabkan terdistorsinya pesan yang disampaikan sehingga komunikan tidak dapat menerima pesan secara utuh pesan yang disampaikan oleh komunikator. Dengan demikian meminimalisir hambatan komunikasi akan menentukan efektivitas komunikasi antar budaya.

1.2  RUMUSAN MASALAH
a.       Apa itu komunikasi lintas/antar budaya?
b.      Apa saja hambatan yang dapat terjadi?
c.       Apa itu stereotip, etnosentrisme, rasisme, prasangka?
d.      Adakah hal yang dapat membuat komunikasi lintas/antar budaya itu menjadi evektif?

1.3  TUJUAN
a.       Untuk mengetahui maksud dari pada komunikasi lintas/antar budaya
b.      Untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang dapat terjadi dalam komunikasi lintas/antar budaya
c.       Untuk mengetahui hal-hal yang dapat menjadikan komunikasi lintas/antar budaya itu menjadi evektif




BAB II
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI
LINTAS BUDAYA/ANTAR BUDAYA

2.1 KOMUNIKASI LINTAS/ANTAR BUDAYA

Komunikasi merupakan sebuah proses dimana sebuah interaksi antara komunikan dan komunikator yang melakukan pertukaran pesan didalamnya yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung, komunikasi sendiri bisa dikatakan merupakan hal yang paling krusial dalam kehidupan ini. Sebuah interaksi sosial bisa tidak berarti apa-apa jika komunikasi didalamnya tidak berjalan pada semestinya, begitu juga dalam dunia professional atau dunia kerja, komunikasi merupakan hal yang penting dalam memberikan instruksi dari pemimpin kebawahan atau sebaliknya.
Budaya yang bahasa Inggris culture atau dari bahasa Latin colere yang berarti merawat, memelihara dan menjaga. Pada abad pertengahan kata budaya belum digunakan, baru pada abad ke 17 kata latin cultura dipergunakan dalam hubungan dengan alam dan pengembangan kemampuan spiritual. Budaya merujuk pada segala yang diciptakan oleh manusia, maksud dan tujuan budaya adalah untuk kesempurnaa manusia.
Secara umum komunikasi antarbudaya adalah “Proses saling berbagai informasi, pengetahuan, perasaan dan pengalaman yang dilakukan oleh manusia dari berbagai budaya. Setiap budaya memiliki nilai-nilai dan sikap-sikap yang dikomunikasikan, sepertinya cara orang Jepang yang yang membungkukan badan satu sama lain, berbeda dengan gaya penyambutan oleh bangsa lainnya didunia. Sehingga setiap orang harus dapat memahami secara lengkap semua tatanan struktur dan proses komunikasi, misalnya dalam komunikasi Etnik dari beberapa kelompok budaya yang berbeda sehingga dapat disampaikan dan diterima pesan komunikasi secara benar.


Analisis Audiens

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Efektif tidaknya seorang pembicara saat tampil di hadapan publik sangat bergantung pada sejauh mana pembicara tersebut mampu memahami audiens. Sering kali, pemikiran yang dimiliki oleh sang pembicara tidak selalu sama dengan pemikiran publik atau audiens yang dalam hal ini berperan sebagai calon pendengar. Disebut calon pendengar karena sebelum seseorang berbicara di depan umum seperti berpidato, orasi, ceramah, atau seminar, situasi calon pendengar tersebut harus dapat dipahami terlebih dahulu. Artinya mencoba memahami latar belakang kehidupan calon pendengar (audien). Hal ini penting karena dengan memahami latar belakang kehidupan audien, kita akan mudah masuk dalam situasi dan kondisi kehidupan audiens/komunikan, untuk kemudian menghantarkan ide/gagasan/ilmu kepada para komunikan, agar tercapai kesepahaman atau kemudian tindakan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara memahami audiens melalui analisa?
2.      Bagaimana menerapkan hasil analisa tersebut di dalam prakteknya?
3.      Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam memahami situasi audiens?

C.     Tujuan
1.  Untuk menganalisis karakteristik dan latar belakang komunikan kita
2.  Untuk menerapkan hasil analisa saat kita berbicara di hadapan publik
3.  Untuk dapat memahami situasi audiens






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Analysis Audiens
Anda tidak dapat menetapkan tujuan Anda tanpa membujuk berbagai audiens untuk membantu Anda. Analisis audiens berarti memahami kepentingan, nilai-nilai, dan tujuan dari orang-orang yang ingin Anda pengaruhi untuk melakukan sesuatuHal ini mungkin keterampilan yang paling penting dalam manajemen. Anda harus memahami bagaimana mereka berpikir; bagaimana mereka memandang kepentingan mereka; apa yang akan membuat mereka mendukung Anda. Ini juga berarti Anda harus memberi mereka sesuatu yang dapat dipercaya. Ini dapat menjaga saluran komunikasi terbuka sebelum, selama, dan setelah proses pengambilan keputusan.
Analisis audiens yang paling sering dan makin diabaikan jadi tantangan dalam komunikasi bisnis. Pada saat Anda telah memutuskan apa yang ingin Anda capai, mengapa Anda yang melakukannya, dan bagaimana melakukannya.
Mulai analisis audiens Anda dengan mengajukan beberapa pertanyaan kunci:
1.      Siapa audiens saya?
2.      Apa hubungan saya dengan audiens saya?
3.      Bagaimana kemungkinan sikap mereka terhadap proposal saya?
4.      Berapa banyak yang sudah mereka tahu?
5.      Apakah proposal saya sesuai dengan minat mereka?

1.      Siapa Audiensnya?
Menetapkan audiens merupakan hal yang sudah sangat jelas dan penting. Mereka adalah orang-orang yang Anda inginkan untuk mengambil tindakan --konsumen yang harus membeli produk Anda, Atasan yang memberikan apa yang Anda butuhkan, pegawai yang dapat mencapai produktivitas yang lebih besar. Dalam hampir semua situasi komunikasi, pendukung atau setidaknya orang yang bersikap netral dari khalayak sekunder akan sangat penting untuk mencapai tujuan Anda. Apakah pembuat pendapat atau sumber informasi apa yang dapat membentuk perilaku konsumen terlepas dari kampanye iklan Anda? Kepada siapakah atasan berkonsultasi sebelum membuat keputusan? individu atau kelompok apa yang mungkin memiliki pengaruh lebih besar atas sikap pegawai Anda dari pada yang Anda lakukan? Dengan cara apa Anda mendekati berbagai audiens yang akan menilai proposal Anda?
Luangkan waktu untuk mendaftar setiap penonton yang cenderung memiliki pengaruh signifian, atau yang dapat terpengaruh oleh proposal Anda. Bagilah ini menjadi kelompok primer dan sekunder.
Kemudian memeriksa setiap penonton secara individual:
·         Audiens primer meliputi orang yang menjadi kunci untuk membuat keputusan dan lain-lain yang mendukungan apa yang Anda butuhkan untuk melaksanakan proyek Anda.
·         Audiens sekunder termasuk mereka yang akan terkena proyek Anda dan orang yang dalam jangka panjang, mungkin memiliki beberapa pengaruh pada pengambilan keputusan.
Perlu diingat bahwa audiens primer dan sekunder dapat mencakup lebih sub-kelompok; "pegawai," misalnya, mungkin memiliki konflik kepentingan antara jam kerja dan gaji. Selain itu, jangan mengabaikan audiens tersembunyi, yang termasuk orang-orang yang mungkin tidak Anda alamatkan atau menerima E-mail Anda, tetapi bisa saja orang tersebut yang akan memiliki pengaruh terhadap tindakan yang Anda rekomendasikan untuk diadopsi. Mempertimbangkan situasi komunikasi yang relatif sederhana. Contohnya audiens tersembunyi yang atasannya adalah atasan Anda (maksud disini adalah penghubung Anda dengan pemimpin anda, seseorang yang Anda tidak akan pernah lihat selama proses pengambilan keputusan tetapi dengan merekalah Anda tetap dapat berkomunikasi. Dalam pesan Anda kepada atasan Anda, termasuk informasi yang dibutuhkan untuk menjual proposal Anda kepada pimpinannya.

Jumat, 22 Agustus 2014

FAKTOR SALURAN DAN MEDIA DALAM KOMUNIKASI PERSUASIF



2.1 DEFINISI SALURAN DAN MEDIA KOMUNIKASI PERSUASIF
Menurut H. Blake dan  Edwin O.Haroldsen dalam bukunya “A Taxsonomy of concepta in comunication” menjelaksan saluran komunikasi sebagai “A Comunication  is the medium utinized to converi a message. It  is the avenue or communicate ( reseiver ) “. Jadi yang dimaksud dengan saluran komunikasi adalah media yang digunakan untuk membawa pesan hal ini berarti bahwa saluran merupakan jalan atau  alat untuk perjalan pesan antara komunikator dengan komunikan .
Saluran Merupakan wahana yang digunakan sumber untuk menyampaikan pesannya kepada Penerima. Saluran Boleh jadi merujuk pada bentuk pesan verbal atau nonverbal. Pada dasarnya komunikasi antar manusia menggunakan dua saluran, yakni cahaya dan suara. meskipun kita bisa juga menggunakan kelima indra kita menerima pesan dari orang lain. Misalnya Anda dapat mencium parfum yang nerangsang fantasi anda yang liar ketika berdekatan dengan seorang yang tidak anda kenal di sebuah cafe, Mencicipi kue lebaran yang di suguhkan tuan rumah, atau menjabat tangan sahabat yang baru lulus sarjana. jabatan tangan tersebut dapat juga menyampaikan lebih banyak pesan daripada kata-kata.
Saluran juga merujuk pada penyajian pesan, Komunikasi juga berjalan cepat: Pesan-pesan sampai kepada khalayak penerima hampir tanpa selisih waktu. Karakteristik ini kecepatan tentu saja mempunyai beberapa klasifikasi.
Sebuah novel mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun untuk terselesaikan, Sebuah serial televisi dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk ditayangkan sampai selesai. tetapi bila selesai sedikit sekali tenggang waktu yang di perlukan untuk menyampaikannya kepada khalayak .
Dalam Proses mengalirnya pesan, ada Proses satu arah dan Proses  seleksi atau dua arah. dalam komunikasi massa, Komunikasi satu arah adalah komunikasi yang berjalan dari sumber ke penerima, bahasa (verbal maupun non verbal ) adalah saluran yang menonjol meskipun pancaindra dan udara yang mengantarkan gelombang suara juga adalah saluran komunikasi tatap muka tersebut. sebaliknya dengan komunikasi antarpribadi, komunikasi yang mengalir dari sumber ke penerima dan kemudian dari penerima kembali ke sumber. Dalam komunikasi massa, pesan mengalir dari media ke penerima tetapi tidak di kembalikan lagi kecuali berupa umpan balik dalam bentuk surat pembaca, angket dan semacamnya .
Komunikasi massa juga proses dua arah. Baik media maupun khalayak melakukan seleksi. Pertama, Media menyeleksi bagian dari Total populasi yang mereka raih. Selanjutnya permirsa atau pembaca atau pendengar menyeleksi dari semua media yang ada . pesan tertentu yang akan mereka ikuti . sebagian akan membaca riau pos, dan sebagian lagi akan membaca majalah , tabloid dll.
Pemilih pesan akan memilih saluran-saluran itu tergantung situasi, tujuan yang akan di capai dan jumlah penerima pesan yang dihadapi. Dalam suatu Peristiwa komunikasi, sebenarnya banyak saluran yang kita gunakan, meskipun ada salah satunya yang dominan. misalnya dalam komunikasi langsung, bahasa (verbal maupun non verbal ) adalah saluran yang menonjol meskipun pancaindra dan udara yang mengantarkan gelombang suara juga adalah saluran komunikasi tatap muka tersebut.
Saluran komunikasi dapat dibedakan melalui ciri-ciri sebagai berikut:
1)      Saluran merupakan sejenis kumpulan energi yang disebut medium
2)      Saluran membawa kumpulan energi tertentu dan disebut informasi
3)       Saluran merupakan rangkaian mekanisme atau kaitan antara unit-unit yang berpartisipasi dalam komunikasi


Sabtu, 07 Juni 2014

KEBERAGAMAN BUDAYA, AGAMA, DAN ADAT-ISTIADAT SEBAGAI KEKAYAAN BANGSA



2.1   KEBERAGAMAN BUDAYA
Dengan keanekaragaman kebudayaannya Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Dan tak kalah pentingnya, secara sosial budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang berbeda, namun juga meliputi antar peradaban yang ada di dunia. Labuhnya kapal-kapal Portugis di Banten pada abad pertengahan misalnya telah membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu. Hubungan antar pedagang gujarat dan pesisir jawa juga memberikan arti yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia. Singgungan-singgungan peradaban ini pada dasarnya telah membangun daya elasitas bangsa Indonesia dalam berinteraksi dengan perbedaan. Disisi yang lain bangsa Indonesia juga mampu menelisik dan mengembangkan budaya lokal ditengah-tengah singgungan antar peradaban itu.

Selasa, 13 Mei 2014

Perkembangan Konsep Diri





Apakah Konsep Diri?

Siapakah saya? Apakah saya? Jawaban yang kita berikan terhadap kedua pertanyaan ini mengandung konsep-diri, yang terdiri dari:
1.      Citra-diri (self-image). Bagian ini merupkan deskripsi sederhana; misalnya, saya seorang pelajar, saya seorang kakak, saya seorang pemain bulutangkis dan sebagainya.
2.      Harga-diri (self esteem). Bagian ini meliputi suatu penilaian, suatu perkraan, mengenai pantas-diri(self worth); misalnya saya peramah, saya agak pandai, dan sebagainya.

Pada mulanya bayi yang baru saja dilahirkan tidak dapat membedakan Antara dirinya sendiri dengan objek-objek fisik lain. Namun pada enam bulan pertama, sementara dia mengembangkan pemikiran mengenai objek-objek yang ada, dia juga mulai melihat bahwa dirinya berbeda dari keadaan lingkungannya. Konsep diri mungkin sering berubah sedikit selama masa kecil, namun di salam kebudayaan kita konsep-diri ini sering menjadi masalah khusus selama masa remaja. Pada kedua masa itulah tubuh kita berubah secara mendadak sehingga mengubah citra diri dan merupakan saat bagi pengambilan keputusan mengenai kepribadian kita dalam rangka mengatasi berbagai pertanyaan, seperti misalna pemiliha karier.


Reaksi dari orang lain

Pada tahun 1902, C.H. Cooley membuktikan bahwa dengan mengamati pencerminan perilaku kita terhadap respon orang lain kita dapat mempelajari diri kita sendiri ini disebut juga dengan looking-glass self. Pertama, kita akan membayangkan bagaimana kita tampak pada orang lain; kita melihat sekilas diri kta seperti dalam cermin. Misalnya kita merasa wajah kita jelek. Kedua, kita membayangkan bagaimana orang lain menilai penampilan kita. Kita pikir mereka menganggap kita tidak menarik. Ketiga, kita mengalami perasaan bangga atau kecewa; orang mungkin merasa sedih atau malu.
Dengan mengamati diri kita , sampailah kita pada gambaran dan penilaian diri kita. Ini disebut Konsep Diri. William James membedakan antara “The I”, diri kita yang sadar dan aktif dan “The Me”, diri yang menjadi objek renungan kita.
Lalu, apa yang disebut konsep diri? William D. Brooks mendefinisikan konsep diri sebagai pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Persepsi ini boleh bersifat psikologi, sosial, dan fisis. Konsep diri bukan hanya sekedar gambaran deskriptif, tetapi juga penilaian Anda tentang diri anda. Jadi, konsep diri meliputi apa yang anda pikirkan dan apa yang anda rasakan tentang diri anda.
Konsep diri terbentuk dalam waktu yang lama, dan pembentukan ini tidak dapat diartikan bahwa adanya reaki yang tidak biasa dari seseorang akan dapat mengubah konsep-diri. Akan tetapi, apabila tipe reaksi seperti ini sangat sering terjadi, atau apabila reaksi ini muncul karena reaksi seperti sering terjadi, atau apabila reaksi ini muncul karena orang lain yang memiliki arti (significant others) yaitu orang-orang  yang kita nilai, seperti misalnya orang tua, teman, dan lain-lain maka reaksi ini mungkin berpengaruh terhadap konsep diri. Jadi, jatidiri (identity) orang lain yang dapat mempengaruhi konsep-diri seseorang akan tergantung kepada aspek tertentu mana yang akan membangkitkan respon.


Senin, 12 Mei 2014

Teori Kultivasi dan Teori Kegunaan dan Gratifikasi


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Teori Kultivasi
Teori Kultivasi (Cultivation Theory) merupakan salah satu teori yang mencoba menjelaskan keterkaitan antara media komunikasi (dalam hal ini televisi) dengan tindak kekerasan. Teori ini dikemukakan oleh George Gerbner, mantan Dekan dari Fakultas (Sekolah Tinggi) Komunikasi Annenberg Universitas Pennsylvania,yang juga pendiri Cultural Environment Movement, berdasarkan penelitiannya terhadap perilaku penonton televisi yang dikaitkan dengan materi berbagai program televisi yang ada di Amerika Serikat.Artikel tersebut merupakan tulisan dalam buku berthema Mass Media and Violence yang disunting D. Lange, R. Baker dan S. Ball (eds).
Pada awalnya, Gerbner melakukan penelitian tentang “Indikator Budaya” dipertengahan tahun 60-an untuk mempelajari pengaruh menonton televisi. Gerbner ingin mengetahui dunia nyata seperti apa yang dibayangkan, dipersepsikan oleh penonton televisi itu? Itu juga bisa dikatakan bahwa penelitian kultivasi yang dilakukannya lebih menekankan pada “dampak”   Menurut Wood (2000) kata ‘cultivation’ sendiri menunjukkan suatu proses kumulatif dimana televisi menamkan suatu keyakinan tentang realitas sosial kepada khalayaknya. Teori kultivasi dalam bentuknya yang paling mendasar, percaya bahwa televisi bertanggung jawab dalam membentuk, atau mendoktrin konsepsi pemirsanya mengenai realitas sosial yang ada disekelilingnya.Pengaruh-pengaruh dari televisi yang berlangsung secara simultan, terus-menerus, secara tersamar telah membentuk persepsi individu/audiens dalam memahami realitas sosial. Lebih jauh lagi hal tersebut akan mempengaruhi budaya kita secara keseluruhan.
Teori Kultivasi pada dasarnya menyatakan bahwa para pecandu (penonton berat/heavy viewers) televisi membangun keyakinan yang berlebihan bahwa “dunia itu sangat menakutkan” .Hal tersebut disebabkan keyakinan mereka bahwa “apa yang mereka lihat di televisi” yang cenderung banyak menyajikan acara kekerasan adalah “apa yang mereka yakini terjadi juga dalam kehidupan sehari-hari”.
Dalam hal ini, seperti Marshall McLuhan, Gerbner menyatakan bahwa televisi merupakan suatu kekuatan yang secara dominan dapat mempengaruhi masyarakat modern. Kekuatan tersebut berasal dari kemampuan televisi melalui berbagai simbol untuk memberikan berbagai gambaran yang terlihat nyata dan penting seperti sebuah kehidupan sehari-hari.Televisi mampu mempengaruhi penontonnya, sehingga apa yang ditampilkan di layar kaca dipandang sebagai sebuah kehidupan yang nyata, kehidupan sehari-hari. Realitas yang tampil di media dipandang sebagai sebuah realitas objektif.
Saat ini, televisi merupakan salah satu bagian yang penting dalam sebuah rumah tangga, di mana setiap anggota keluarga mempunyai akses yang tidak terbatas terhadap televisi.Dalam hal ini, televisi mampu mempengaruhi lingkungan melalui penggunaan berbagai simbol, mampu menyampaikan lebih banyak kisah sepanjang waktu.Gebrner menyatakan bahwa masyarakat memperhatikan televisi sebagaimana mereka memperhatikan tempat ibadah (gereja). Lalu apa yang dilihat di televisi? Menurut Gerbner adalah kekerasan, karena ia merupakan cara yang paling sederhana dan paling murah untuk menunjukkan bagiamana seseorang berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Televisi memberikan pelajaran berharga bagi para penontonnya tentang berbagai ‘kenyataan hidup’, yang cenderung dipenuhi berbagai tindakan kekerasan.
Lebih jauh dalam 

Senin, 05 Mei 2014

Pendidikan di Korea Selatan




SEMANGAT menjadi kata kunci yang membawa kebangkitan pendidikan Korea Selatan hingga siap bersaing dengan negara lain. Mereka mulai dengan membangun infrastruktur pendidikan yang luluh lantah akibat Perang Korea, lalu membenahi kualitasnya.

Kini di seantero Korea Selatan terdapat 19.258 sekolah negeri maupun swasta, dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, dengan 11.951.298 pelajar. Di antaranya terdapat 218 perguruan tinggi, yang menampung 2.357.881 mahasiswa.

Secara tradisional orang Korea Selatan menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memuaskan diri sendiri dan juga untuk menunjukkan kemajuan sosial, dan kemajuan negaranya. Bertolak dari situ, Pemerintah Korea Selatan merumuskan tujuan pendidikan, yang dalam kalimat singkat dapat dituliskan sebagai berikut: Membangun karakter masyarakat, kemampuan hidup mandiri, menuju kemakmuran bersama berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Pendidikan dilihat sebagai aspek penting bagi keberhasilan dan persaingan di sana. Di Korea ada lima mata pelajaran utama, yaitu matematika, sains, bahasa Korea, studi sosial, dan bahasa Inggris. Korea Selatan adalah negara pertama di Dunia yang memberikan akses internet berkecepatan tinggi di setiap sekolah.

Sistem Pendidikan di Korea Selatan dibagi menjadi enam tahun sekolah dasar, tiga tahun sekolah menengah pertama, tiga tahun sekolah menengah atas, dan empat tahun perguruan tinggi. Selebihnya untuk jenjang pendidikan pascasarjana. Dengan demikian, orang Korea Selatan menghabiskan paling tidak 23 tahun dari usianya dalam pendidikan formal. Untuk SD dan SMP semua biaya sekolah ditanggung oleh pemerintah selama 9 tahun. Pendidikan di sekolah dasar bersifat wajib dengan rata-rata jumlah siswa terdaftar hampir 100%. Meskipun pendidikan pra-sekolah belum menjadi pendidikan wajib, nilai penting dari pendidikan ini telah mulai disadari pada tahun-tahun terakhir ini. Pendidikan pra-sekolah dianggap penting dalam hal membantu meningkatkan rata-rata kelahiran yang rendah, memecahkan masalah polarisasi sosial, serta meningkatkan jumlah perempuan yang bekerja di luar rumah.

Sistem pendidikan di Korea Selatan menggunakan umur. Bukan lewat pengetahuan, nilai, atau tes. cuma kalau di Korea selain dilihat dari faktor usia, faktor bulan lahir juga menentukan. Contohnya:
Kyuhyun lahir 14 Januari 1994 dan Yesung lahir 12 April 1994. Meskipun mereka seumuran, tapi Kyuhyun masuk sekolah lebih dulu daripada Yesung karena bulan lahirnya lebih awal dari awal semester I atau tahun ajaran baru. Nah, karena Yesung lahir di bulan April, dia masuk sekolah satu tahun dibawah Kyuhyun (adik kelasnya Kyuhyun) dan bergabung dengan orang-orang yang lahir antara Maret 1994 – Februari 1995.








Tahun pelajaran di bagi menjadi dua semester :

    Semester I : awal Maret – pertengahan Juli
    Liburan musim panas : pertengahan Juli – akhir Agustus
    Semester II : akhir Agustus – pertengahan Februari
    Liburan musim dingin : akhir Desember – awal Februari
    Ujian semester II dan kelulusan : awal Februari – pertengahan Februari (satu minggu)
    Liburan pendek : pertengahan Februari – awal Maret


Para siswa sekolah tinggi di Korea memiliki waktu belajar dari jam 08:00 pagi sampai 09:30 atau 10:00 malam. Bayangkan, 14 jam berada di sekolah! Tujuannya agar para siswa bisa masuk ke dalam perguruan tinggi favorit karena persaingan di sana cukup tinggi. Seakan belum cukup dengan sekolah formal, para siswa biasanya juga akan menghadiri lembaga pendidikan swasta / Hagwon (학원). Ini berarti para siswa sekolah tinggi rata-rata tidak pulang sampai tengah malam. Sedangkan bagi siswa sekolah menengah, pihak sekolah masih memberi toleransi dengan waktu belajar antara 08:00 pagi sampai 04:00 sore, dengan tambahan Hagwon sepulang sekolah.

Di Korea ada pepatah yang mengatakan, “Guru adalah hal tertinggi selayaknya Tuhan.” Masyarakat Korea menganggap guru memegang posisi yang berharga dan tinggi karena Korea menanamkan bahwa pendidikan adalah hal yang utama. Akibatnya, Korea benar-benar menjunjung tinggi para guru. Usia pensiun mereka tidak sampai 65 tahun. Senioritas di kalangan guru dilihat melalui bayaran yang tinggi dan jam mengajar yang lebih banyak.    Ada rotasi mutasi guru setelah lima tahun mengajar. Hal ini dilakukan agar setiap guru mendapat kesempatan yang adil untuk mengajar di berbagai sekolah yang baik atau buruk.

Presentasi Power Point, USB dsb adalah hal-hal dasar yang digunakan dalam sistem pembelajaran SD-SMA. Ruang kelas dilengkapi Komputer yang terhubung ke salah satu sistem proyektor overhead atau layar datar LCD.  Beberapa sekolah unggulan memiliki ruang praktek teknolgi blue screen untuk membuat para siswa dapat berperan dengan layak. Ruangan itu juga dilengkapi dengan berbagai alat dan media untuk membuat akting itu terlihat nyata.

Pemerintah Korea Selatan memang tidak pelit mengeluarkan dana untuk sektor pendidikan. Tahun 2004, pendidikan mendapat 16,5 persen dari total anggaran negara. Dari budget itu, pendidikan dasar mendapat porsi terbesar dibandingkan dengan pendidikan tinggi.

Di balik kisah sukses pendidikan Korea Selatan, ada keresahan yang merebak di tengah masyarakat. Akibat persaingan yang ketat, setiap siswa berjuang sekuat tenaga untuk membuktikan kemampuannya menembus perguruan tinggi idaman.

Sebagaimana lazimnya dalam masyarakat Korea Selatan, pendidikan yang bermutu merupakan ambisi tertinggi, maka orangtua rela membayar berapa pun biaya demi keberhasilan anak-anaknya dalam pendidikan. Bahkan sering kali mereka mengorbankan waktu dan uang yang banyak demi memenangi persaingan ketat itu. Sebagian besar keluarga terpaksa mengeluarkan 1/3 pendapatannya untuk membiayai les privat anak-anaknya. Akibatnya, banyak keluarga yang frustrasi jika anaknya gagal dalam pendidikan, meski sang anak pun telah merelakan sebagian besar waktunya untuk belajar.

Upaya pemerintah mengatasi masalah itu dengan membuka saluran pendidikan di jaringan televisi pendidikan milik pemerintah, Educational Broadcasting System (EBS), agaknya belum dapat sepenuhnya membendung hasrat anak untuk mengikuti les privat. EBS menayangkan siaran pendidikan dengan berbagai materi pelajaran.

Hukuman fisik masih berlaku di Korea. Sistem pendidikan di sana memang sangat ketat dan keras. Bukan hal yang tabu jika guru melakukan kekerasan fisik untuk mendisiplinkan muridnya. Bahkan para orang tua tidak masalah dengan peraturan itu. Hanya saja saat ini hukuman fisik itu memiliki batasan yang lebih kuat.

Siswa-siswa di Korea yang tidak kuat terhadap tekanan pembelajaran banyak yang melakukan bunuh diri. Terkadang, hanya karena nilai mereka yang menurun atau tidak lulus dalam seleksi perguruan tinggi, mereka menganggap bahwa diri mereka telah gagal dan tidak memiliki masa depan yang pasti. Jadi mereka beranggapan kalau bunuh diri adalah solusi terbaik.

Pemerintah memahami bahwa masih panjang jalan yang harus ditempuh untuk menyempurnakan sistem pendidikan publik. Sementara tantangan semakin nyata di depan. Ada prinsip yang ditanamkan sejak kecil kepada orang-orang Korea Selatan agar selalu berada selangkah di depan.

"Ketika orang lain sedang tidur, kamu harus bangun. Ketika orang lain bangun, kamu harus berjalan. Ketika orang lain berjalan, kamu harus berlari. Dan ketika orang lain berlari, kamu harus terbang."